Nilam

 

Nilam merupakan tanaman perkebuanan yang dikenal dengan nama patchouli. Tanaman ini merupakan tanaman penghasil minyak yang merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang banyak digunakan dalam parfum sebagai fixatif. Di samping itu, juga dapat dimanfaatkan sebagai insektisida.


Variasi morfologi tanaman nilam disebabkan oleh adanya perbedaan sifat tanah, iklim dan cara penanamannya. Beberapa jenis nilam yang dikenal adalah:

a.   Pogostemon cablin BENTH, mempunyai bulu rambut dibagian bawah daun, sehingga daun pucat. Daun merupakan hasil yang utama, dan sampai waktu panen daun, yaitu setelah tanaman berumur 2 - 3 tahun belum berbunga. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembentukkan bunga nilam tersebut relative lambat.

 

b.   Pogostemon hortensis atau nilam Jawa, mempunyai daun yang lebih tipis bila       dibandingkan dengan Pogostemon cablin BENTH.

 

c.   Pogostemon heyneanus, merupakan tanaman nilam yang cepat berbunga, dan dikenal sebagai tanaman nilam yang berbunga. Di Jawa disebut "dhilam kembang"sedangkan di Malaysia disebut "dhalum cutan".

 

Jenis Pogostemon cablin BENTH merupakan jenis yang paling umum dipakai sumber minyak nilam. Perkambang-biakkan tanaman ini dilakukan dengan stek yang dapat langsung ditanam atau disemaikan terlebih dahulu.

 

Nama latin : Pogostemon cablin
Teknologi :

 

a. Pengadaan Bahan Tanaman 

Perbanyakan tanaman nilam dilakukan dnegan cara vegetatif melalui stek batang/cabang. Diameter stek sebesar 0,8-1,0 cm, dan panjang 10-20 cm. 

 

b. Pembibitan/Persemaian

Di Bedengan

Pembibitan dilakukan pada tanah yang gembur dan datar, serta dekat sumber air. Bedengnya berukuran 1,5mx30 cm (lxt), dengan jarak tanam 10x10 cm, kemiringan 45o. Diantara bedengan dibuat parit pembuangan air dengan ukuran 30-40 cm.

Di polibag :

 

c. Persiapan lahan

Pengolahan tanah dilakukan dengan cara dicangkul dan pembersihan gulma. Tanah dibuat lubang dengan ukuran 30x30x30 cm dengan kedalaman 10 cm. Pada lahan miring pengolahan tanah mengikuti garis kontur/melintangi lereng/dibuat teras tangga.

 

d. Penanaman

 

e. Pemeliharaan 

Penyiangan :

Penyiangan berfungsi untuk membersihkan gulma sebagai tanaman pesaing pengambil unsur hara dan matahari, juga sebagai sarang hama. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mekanis menggunakan alat cangkul, atau dengan cara kimia yakni dengan penyemprotan menggunakan herbisida sesuai dosis. Penyiangan sebaiknya dilakukan secara rutin, dengan selang waktu 2-3 bulan.

 

Penyulaman :

Penyulaman berarti mengganti tanaman yang mati/pertumbuhannya kurang baik. Dilakukan 2-4 minggu setelah tanam.

 

Pemupukan :

Pemupukan dilakukan dnegan cara meligkar di sekeliling pangkal tanaman. Dosis pupuk anjuran untuk nilam yaitu 10 ton pupuk kandang, 250 kg Urea, 100 kg SP-36, dan 100 kg KCl. Pupuk kandang diberikan seminggu sebelum tanam, sementara pupuk urea 1/3 bagian diberikan setelah 1 bulan tanam, 2/3 bagian setelah 3 bulan.

 

Pemberian mulsa :

Tujuannya adalah untuk menjaga kelembaban tanah, memperbaiki kesuburan tanah, dna menekan pertumbuhan gulma. Bahan mulsa seperti alang-alang, jerami, glisirida, dan tanaman legum lainnya diberikan setelah tanam dan panen.

 

Pemangkasan :

Pemangkasan dilakukan pada umur 3 bulan setelah tanam, pada tanaman yang terlalu rimbun dan menutupi cabang lainnya.

 

Pembumbunan :

Dilakukan  setelah panen pertama dimana cabang-cabang yang ditinggalkan setelah panen ditimbun dnegan tanah pada setiap tunasnya, untuk memperbanyak anakan tanaman sehingga membentuk satu rumpun yang padat.


Mutu :

 

a. Pengadaan Bahan Tanaman 

Perbanyakan tanaman nilam dilakukan dnegan cara vegetatif melalui stek batang/cabang. Diameter stek sebesar 0,8-1,0 cm, dan panjang 10-20 cm. 

 

b. Pembibitan/Persemaian

Di Bedengan

Pembibitan dilakukan pada tanah yang gembur dan datar, serta dekat sumber air. Bedengnya berukuran 1,5mx30 cm (lxt), dengan jarak tanam 10x10 cm, kemiringan 45o. Diantara bedengan dibuat parit pembuangan air dengan ukuran 30-40 cm.

Di polibag :

 

c. Persiapan lahan

Pengolahan tanah dilakukan dengan cara dicangkul dan pembersihan gulma. Tanah dibuat lubang dengan ukuran 30x30x30 cm dengan kedalaman 10 cm. Pada lahan miring pengolahan tanah mengikuti garis kontur/melintangi lereng/dibuat teras tangga.

 

d. Penanaman

 

e. Pemeliharaan 

Penyiangan :

Penyiangan berfungsi untuk membersihkan gulma sebagai tanaman pesaing pengambil unsur hara dan matahari, juga sebagai sarang hama. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mekanis menggunakan alat cangkul, atau dengan cara kimia yakni dengan penyemprotan menggunakan herbisida sesuai dosis. Penyiangan sebaiknya dilakukan secara rutin, dengan selang waktu 2-3 bulan.

 

Penyulaman :

Penyulaman berarti mengganti tanaman yang mati/pertumbuhannya kurang baik. Dilakukan 2-4 minggu setelah tanam.

 

Pemupukan :

Pemupukan dilakukan dnegan cara meligkar di sekeliling pangkal tanaman. Dosis pupuk anjuran untuk nilam yaitu 10 ton pupuk kandang, 250 kg Urea, 100 kg SP-36, dan 100 kg KCl. Pupuk kandang diberikan seminggu sebelum tanam, sementara pupuk urea 1/3 bagian diberikan setelah 1 bulan tanam, 2/3 bagian setelah 3 bulan.

 

Pemberian mulsa :

Tujuannya adalah untuk menjaga kelembaban tanah, memperbaiki kesuburan tanah, dna menekan pertumbuhan gulma. Bahan mulsa seperti alang-alang, jerami, glisirida, dan tanaman legum lainnya diberikan setelah tanam dan panen.

 

Pemangkasan :

Pemangkasan dilakukan pada umur 3 bulan setelah tanam, pada tanaman yang terlalu rimbun dan menutupi cabang lainnya.

 

Pembumbunan :

Dilakukan  setelah panen pertama dimana cabang-cabang yang ditinggalkan setelah panen ditimbun dnegan tanah pada setiap tunasnya, untuk memperbanyak anakan tanaman sehingga membentuk satu rumpun yang padat.


Kegunaan :

 

Panen pertama dilakukan setelah tanaman berumur 6 bulan, sebaiknya pada pagi atau sore hari. Selanjutnya panen kedua dilakukan 3-4 bulan setelah panen I.

Pemanenan dilakukan dengan memangkas/memotong tingkat 2 ke atas, tiga pasang daun teratas beserta batangnya, selanjutnya tinggalkan cabang-cabang tingkat I untuk pertumbuhan berikutnya.

Penanganan pasca panen yang diperlukan diantaranya pengeringan, perajangan, dan penyimpanan terna nilam.

 

Pengeringan 

Hal-hal yang harus diperhatikan selama pengeringan/penjemuran :

i). Lapisan terna basah tidak terlalu tebal (maks 20 cm).

ii). Laju pengeringan tidak terlalu cepat/lambat. Pengeringan terlalu cepat menyebabkan daun rapuh dan sulit disuling, sedangkan pengeringan terlalu lambat berakibat daun jadi lembab, menghasilkan bau tidak disenangi karena diserang jamur;

iii). Pengeringan dianggap selesai apabila kadar air mencapai 12-15% yang ditandai dengan timbulnya bau minyak nilam yang lebih keras daripada daun segar. 

 

Perajangan

Daun nilam beserta ranting dipotong-potong dengan golok atau dengan mesin pemotong. Ukuran panjang rajangan sekitar 5-10 cm. Tujuan perajangan nilam adalah untuk :

i). Mengurangi sifat kamba bahan (meningkatkan kapasitas ketel suling);

ii). Mempersingkat lama penyulingan;

iii). Mempermudah pemerataan kepadatan dalam etel, sehingga mencegah terbentuknya jalur uap selama penyulingan.

 

Penyimpanan terna kering

Jika bahan tidak segera disuling, nilam kering dikemas dalam karung plastik dan ditutup rapat. Syarat ruang penyimpanan antara lain tidak terkena panas, tidak lembab, tidak terlalu dekat dengan tungku/ketel penyuling dan bahan lain yang mengeluarkan bau, serta cukup ventilasi.

Penyimpanan nilam dalam kondisi baik dalam waktu yang lama dapat meningkatkan mutu wangi minyak nilam, kerna selama penyimpanan terjadi proses pemeraman minyak (aging). 


Bagian Tanaman : Daun
Komponen Utama : aa