Informasi

Informasi
  • Konferensi Nasional Minyak Atsiri 2017 di Malang (Jawa Timur) Indonesia

    Salam Wangi....!

    Konferensi Nasional Minyak Atsiri 2017 ini merupakan kegiatan tahunan Dewan Atsiri Indonesia.  bekerjasama dengan Institut Atsiri Universitas Brawijaya Malang sebagai pusat pengembangan IPTEK atsiri yang merupakan lembaga andalan UB.

    Kegiatan Konferensi Nasional Minyak Atsiri (KNMA) ke VII dengan tema “Pengembangan Produk - Produk Atsiri Tersertifikasi Menuju Green Environment untuk Menghadapi pasar Global” akan diselenggarakan di Atria Hotel & Conference, October, 11-12, 2017, Malang – Indonesia.

    Informasi selanjutnya, silahkan masuk di website KNMA 2017:  http://knma2017.org/

    Read More...

  • KONFERENSI NASIONAL MINYAK ATSIRI 2016

     

     

    Latar Belakang

    Peran Indonesia sebagai sentra produsen atsiri dunia, menjadikannya sebagai wilayah yang strategis bagi industriawan atsiri.  Sejarah menunjukkan sejak abad pertengahan, beberapa daerah di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sumatera khususnya Aceh, serta Maluku, khususnya Banda, sudah mengekspor berbagai komoditi atsiri dan rempah ke mancanegara.  Ratusan jenis tanaman atsiri dapat tumbuh subur di negeri ini, diantaranya nilam, cengkeh, pala, kenanga, ylang ylang dan sereh wangi. Minyak atsirinya dibutuhkan sebagai bahan baku industri kosmetik, produk perawatan tubuh, kesehatan dan makanan.

    Industri atsiri Indonesia bertumbuh dengan lambat, bahkan cenderung melemah untuk komoditi tertentu. Pembangunan adalah proses berkesinambungan untuk  meningkatkan taraf hidup masyarakat. Pembangunan inklusif bertujuan agar pembangunan dunia usaha berdampak kepada tingkat kesejahteraan kolektif semua komponen masyarakat dan melibatkan mereka dalam pencapaiannya, dengan berpegang pada pertumbuhan berkelanjutan yang menciptakan dan memperluas peluang ekonomi, serta menjamin akses yang lebih luas, sehingga seluruh anggota masyarakat dapat berpartisipasi dan memperoleh manfaat. 

    Menyambut era pasar bersama ASEAN, pengusaha lokal harus mampu bersaing dengan pengusaha negara jiran. Pemerintah diharapkan memberikan bantuan fasilitas dan pembinaan usaha melalui berbagai kebijakan, bantuan pendanaan dari perbankan, serta dukungan riset kelompok cendekia. Dukungan pemerintah dan peneliti diperlukan untuk menyelesaikan masalah produktivitas, serangan hama dan penyakit, budidaya ramah lingkungan, variasi mutu dan pengujian minyak atsiri, serta pengembangan produk baru.  Namun patut diakui, saat ini sinergitas antar kelompok pelaku industri atsiri masih lemah. Di satu sisi, ada regulasi yang justru menghambat laju dunia usaha, seperti perijinan produk hilir dan regulasi perdagangan tanaman tertentu.

    Oleh karena itu, revitalisasi di setiap mata rantai produksi, mulai dari budidaya, pengolahan, industri hilir dan ekspor minyak atsiri harus dilakukan secara terpadu dan terus-menerus, tanpa meninggalkan tradisi dan kearifan lokal yang telah ada.

    Dalam upaya mewujudkan keinginan para insan atsiri Indonesia yang variatif dimana tiap daerah memiliki ciri khas dan perilaku yang berbeda, Dewan Atsiri Indonesia (DAI) mengadakan Konferensi Nasional Minyak Atsiri dengan Tema:  “Revitalisasi Industri Atsiri melalui Pembangunan Inklusif Berkelanjutan”.

    Tujuan

    1. Membahas berbagai persoalan berkaitan dengan industri atsiri.
    2. Menerima saran, menyatukan pendapat, dan menemukan solusi dari berbagai pihak demi kemajuan dan perkembangan atsiri Indonesia.

    Waktu dan Tempat

    Konferensi Nasional Minyak Atsiri 2016 diselenggarakan pada

    Hari/Tanggal   : Rabu/19 Oktober 2016

    Tempat            : Hermes Palace Hotel Banda Aceh

                Jl. Panglima Nyak Makam, Lampineung

                Banda Aceh

    Kenapa di Aceh?

    Aceh memiliki beragam komoditas atsiri dan dua diantaranya adalah tanaman atsiri unggulan ekspor Indonesia yaitu Nilam dan Pala. Berbicara tentang atsiri tidak terlepas dari nama Aceh yang sejak dulu memang sudah dikenal sebagai penghasil komoditi tersebut dengan mutu premium. Tanaman Nilam dan Pala merupakan primadona dan sudah sangat melekat dalam keseharian masyarakat Aceh. Popularitas kedua komodi atsiri ini menjadikan Aceh terpilih sebagai lokasi perhelatan nasional ini.

    Dengan berkumpulnya para insan atsiri Indonesia diharapkan dapat membangkitkan semangat dan rasa optimisme seluruh stakeholder, khususnya di Aceh dan sekitarnya, untuk bahu-membahu memajukan industri atsiri Indonesia.

    Peserta

    Berasal dari instansi pemerintah, peneliti/akademisi, petani/ penyuling, eksportir, masyarakat umum, mahasiswa yang tertarik terhadap perkembangan minyak atsiri Indonesia.

    Pembicara

    Konferensi Nasional Minyak Atsiri 2016 terlaksana atas kerjasama Dewan Atsiri Indonesia dan Pemerintah Aceh. Stakeholder yang akan hadir dan berbicara diantaranya adalah pemerintah melalui Kementerian dan Lembaga, Asosiasi, eksportir, petani, penyuling, pedagang, akademisi dan peneliti dari Lembaga Penelitian diantaranya: BIOTROP, PUREA-UB, Balittro, BPPT, LIPI, dan lain-lain.

    Acara

    Sesi Pleno:

    • Revitalisasi Industri Atsiri melalui Pembangunan Inklusif Berkelanjutan – Kementerian Perindustrian
    • Peningkatan Partisipasi dan Kesejahteraan Masyarakat dalam Pembangunan Industri Atsiri di Aceh – Pemda Aceh
    • Road Map Industri Atsiri 2016 - 2035 – DAI
    • Dukungan Regulasi dalam Pengembangan Industri Hilir Minyak Atsiri dan Aromaterapi – BPOM
    • Prospek Perdagangan, Ekspor dan Regulasi Minyak Atsiri dan Komponen Natural

    Sesi Paralel:

    Para Pemateri akan menyampaikan makalah dan memaparkan berbagai model atau sistem pertanian tanaman minyak atsiri berkelanjutan. Makalah akan disampaikan secara oral dan poster.

    Paper:

    Panitia penyelenggara Koferensi Nasional Minyak Atsiri 2016 mengundang para ahli, peneliti dan praktisi minyak atsiri untuk menyampaikan technical papers.

    Topik yang akan dipresentasikan terbagi atas :

    1. Budidaya Tanaman Atsiri yang Berkelanjutan
    2. Revitalisasi Industri Pengolahan Minyak Atsiri
    3. Restrukturisasi Kelembagaan dan Rantai Pasok Minyak Atsiri

    Biaya Pendaftaran Konferensi

    Berikut rincian biaya pendaftaran:

    1. Early Bird

    Kategori A/NA Akomoditas
    Tanpa Menginap Menginap Sharing Menginap Single
    Umum A Rp  1.500.000 Rp  2.250.000 Rp  3.000.000
    NA Rp  2.500.000 Rp  3.250.000 Rp  4.000.000
    Pemakalah A/NA Rp  1.300.000 Rp  2.000.000 Rp  2.800.000
    Mahasiswa A/NA Rp     700.000    

                                       Ket. A= Anggota; NA= Non Anggota

    2. Non Early Bird

    Kategori A/NA Akomoditas
    Tanpa Menginap Menginap Sharing Menginap Single
    Umum A Rp  1.750.000 Rp  2.500.000 Rp  3.250.000
    NA Rp  2.750.000 Rp  3.500.000 Rp  4.250.000
    Pemakalah A/NA Rp  1.300.000 Rp  2.000.000 Rp  2.800.000
    Mahasiswa A/NA Rp     700.000    

                                       Ket. A= Anggota; NA= Non Anggota

    Fasilitas:

    1. Seminar Kit, T-Shirt, dan Sertifikat
    2. Welcome Dinner (18 Oktober 2016)
    3. Penginapan 2 malam (18-19 Oktober 2016)
    4. 1 Sarapan, 2 Snack, 1 Makan Siang, dan 1 Makan Malam
    5. Akomodasi penjemputan kedatangan dan kepulangan dari dan ke Bandara bagi peserta yang datang dari luar Aceh.

    Fieldtrip

    Fieldtrip ke KM 0 (Nol) Sabang tanggal 20 Oktober 2016 dengan biaya Rp 500.000 (termasuk transportasi, snack, dan makan siang). Terbatas untuk 75 orang.

    Tanggal Penting Peserta

    Peserta Umum:

    Batas Pendaftaran Early Bird                                 : 30 September 2016

    Batas Pendaftaran akomodasi menginap                 : 7 Oktober 2016

    Batas Pendaftaran ditutup                                      : 15 Oktober 2016

    Peserta Pemakalah:

    Batas Pengumpulan Makalah                                 : 30 September 2016

    Pengumuman Makalah                                          : 10 Oktober 2016

     

    Welcome Dinner                                                    : 18 Oktober 2016

    Konferensi                                                             : 19 Oktober 2016

    Fieldtrip                                                                 : 20 Oktober 2016

    Prosedur Pendaftaran Peserta

    1. Unduh dan isi formulir pendaftaran KNMA di www.atsiri-indonesia.org.
    2. Kirimkan formulir ke sekretariat DAI melalui fax ke 021-7827452 atau email dai@atsiri-indonesia.org cc: demitriadewi@yahoo.com dengan subject “Peserta KNMA 2016 (berikan nama lengkap)”
    3. Konfirmasi balasan akan kami kirimkan berupa besarnya biaya pendaftaran yang harus dibayarkan ke rekening Bank Mandiri KK Kampus IPB Darmaga Bogor, GIRO a.n. Dewan Atsiri Indonesia, ac. 133-0099288888.
    4. Kirimkan bukti transfer ke sekretariat DAI dan selanjutnya simpan tiket pendaftaran yang diberikan.

     

    DOWNLOAD FORMULIR KNMA 2016

    Read More...

  • SBMA Cengkeh 2016

     

     

    Salam wangi !

    Cengkeh merupakan tanaman  atsiri yang berasal dari rempah-rempah yang  beberapa bagian tanamannya seperti daun, gagang dan bunganya bisa disuling untuk menghasilkan minyak cengkeh (Clove Oil) dan turunannya..

    Indonesia  termasuk dalam 7 negara produsen terbesar minyak atsiri dunia dengan minyak cengkeh sebagai salah satu tanaman  atsiri utama yang dihasilkan selain minyak nilam dan pala. Minyak cengkeh dan produk turunannya banyak digunakan oleh berbagai industri seperti perisa dan fragrans, obat-obatan, pengendalian hama, dan lain-lain. 

    Peluang pasar minyak atsiri cengkeh masih sangat terbuka luas mengingat  semakin bertambahnya industri  pengguna baik di tingkat nasional maupun internasional.

    MAU TAU BISNIS MINYAK ATSIRI CENGKEH?

    PENASARAN DENGAN BISNIS ATSIRI CENGKEH DARI HULU HINGGA HILIR?

    Pelajari bagaimana usaha atsiri cengkeh yang dijalankan dari budidaya hingga pemasarannya secara langsung dari pakar dan pelaku usaha minyak cengkeh

    DEWAN ATSIRI INDONESIA (DAI) mempersembahkan 

    TRAINING SUKSES BERBISNIS MINYAK ATSIRI CENGKEH

     

    Hari/Tanggal    : Sabtu-Minggu, 20 - 21 Agustus 2016

    Tempat            : Bogor Icon Hotel, Jalan Raya Baru No. 1 Bukit Cimanggu City, Bogor

    Investasi          :  Early bird berlaku untuk pendaftaran sebelum 12 Agustus 2016

       Akomodasi* / Early Bird / Non Early Bird

          Tanpa Menginap / 2.100.000 / 2.250.000

          Menginap Sharing / 2.600.000 / 2.750.000

          Menginap Single / 3.000.000 / 3.150.000

     

    MATERI 

    •  SOP Budidaya dan Penanganan Hama Penyakit Cengkeh

       Balai Penelitian Tanaman Obat dan Rempah (BALITTRO)

    •  Teknologi Proses Penyulingan Cengkeh

       Dian Adhy Feryanto, ST - CV. Pavettia Kurnia Atsiri

    •  Pemasaran Minyak Atsiri Cengkeh 

        Arianto Mulyadi, MBA - PT. Indesso Aroma

    •   Kunjungan ke Kebun dan Penyulingan Cengkeh

     

    2. FASILITAS

    •  Sertifikat 

    •  Modul Pelatihan

    •  Goody Bag dan Topi DAI

    •  Transportasi Kunjungan Lapangan ke Kebun dan Penyulingan Cengkeh

    •  Konsumsi : 2 Lunch, 1 Dinner, 3 Coffee Break/Snack

    •  Fasilitas menginap 2 malam (19-20 Agustus 2016) termasuk 2 breakfast 

     

    3. PROSEDUR PENDAFTARAN

    •  Lengkapi formulir pendaftaran SBMA.
    •  Kirimkan formulir ke melalui fax ke 021-7827452 atau email dai@atsiri-indonesia.org cc: demitriadewi@yahoo.com dengan subject “Peserta SBMA Cengkeh 2016 (berikan nama lengkap)”.
    •  Konfirmasi biaya pendaftaran akan kami kirimkan melalui email. 
    •  Kirimkan bukti transfer ke DAI.

    Early Bird sampai 12 Agustus 2016

    Di tutup pada tanggal 19 Agustus 2016

     

    Keterangan: 

    Terbuka untuk umum, baik swasta, pemerintahan, akademisi, dan lain-lain. 

     

    Salam atsiri,

    Contact Person (SMS/WA): 

     

    Sekretariat Dewan Atsiri Indonesia 

    Kantor Pusat Kementerian Pertanian

    Ged. C  Lt. 5 R. 512, Jl. RM Harsono No. 3

    Ragunan, Jakarta 12550, INDONESIA

    T/ F: +62 21 7827452

    DOWNLOAD FORMULIR SBMA CENGKEH 2016

    Read More...

  • TRAINING SUKSES BERBISNIS MINYAK NILAM 2016

     


    DOWNLOAD FORMULIR

     

    Salam Wangi !

    Minyak nilam termasuk essential oil (minyak atsiri) yang permintaannya terus ada dan meningkat setiap tahun. Hal ini dikarenakan minyak ini banyak dimanfaatkan dalam industri parfum dan pewangi lainnya serta aromatherapi. 

    Indonesia saat ini telah menjadi produsen utama minyak nilam dunia, dengan presentase sekitar 90%. daerah penghasil nilam terbesar di Indonesia yaitu diwilayah sulawesi. Namun indonesia masih mempunyai lahan-lahan potensial yang dapat digunakan untuk membudidayakan tanaman perdu ini.

    MAU TAU BISNIS MINYAK ATSIRI NILAM?
    PENASARAN DENGAN BISNIS ATSIRI NILAM DARI HULU HINGGA HILIR?
    BAGAIMANA MEMBERDAYAKAN MASYAKAT dan PEMBENTUKAN PLASMA DALAM BISNIS NILAM?
     
    Pelajari bagaimana usaha atsiri nilam yang dijalankan dari budidaya hingga pemasarannya secara langsung dari pakar dan pelaku usaha minyak nilam yang sudah berpengalaman
     
    TRAINING SUKSES BERBISNIS MINYAK ATSIRI NILAM
     
    Hari/Tanggal    : Sabtu-Minggu, 21 - 22 Mei 2016
    Tempat            : Hotel Horison Ultima Purwokerto, Jl. Dr. Angka 71, Purworkerto, Jawa Tengah
     
    Investasi          :  Early bird sampai 6 Mei 2016
    Akomodasi* / Early Bird / Non Early Bird
    Tanpa Menginap / 2.100.000 / 2.250.000
    Menginap Sharing / 2.700.000 / 2.850.000
    Menginap Single / 3.150.000 / 3.300.000
     
    1. MATERI 
     
    - SOP budidaya Tanaman Nilam
      Ir. Oktivia Trisilawati, M.Sc - BALITTRO
    - Teknologi Proses Penyulingan Nilam
      Martsiano Wija Dirgantara - Etherische oile intl, pt
    - Pemasaran Minyak Atsiri Nilam
      Kushvendra Kumar - PT. Van Aroma
    - Sharing DAI : Pengembangan Nilam dan Program Kultiva
      Dr. Meika Syahbana Rusli & Feri Agustian Soleh
    - Kunjungan ke Kebun dan Penyulingan Nilam
     
    2. FASILITAS
     
    •  Sertifikat
    •  Modul Pelatihan
    •  Goody Bag dan Topi DAI
    •  Transportasi Kunjungan Lapangan ke Kebun dan Penyulingan Nilam
    •  Konsumsi : 2 Lunch, 1 Dinner, 3 Coffee Break/Snack
    •  Khusus menginap, Penginapan 2 malam (20-21 Mei 2016) dan 2 breakfast 
     
    3. PENDAFTARAN
     
    Early Bird sampai 6 Mei 2016
    Di tutup pada tanggal 20 Mei 2016
     
    Kirim formulir pendaftaran yang telah diisi ke alamat email: dai@atsiri-indonesia.org atau di faks ke 021 7827452 dengan melampirkan bukti transfer.
     
    Contact Person
     

    Read More...

  • WOKSHOP APLIKASI MINYAK ATSIRI UNTUK PRODUK AROMATHERAPY DAN HEALT CARE

    Pada masyarakat modern, kehadiran bahan alami memiliki tempat tersendiri dan terus meningkat pemanfaatannya. Melihat trend tersebut, bisnis kedepandiramalkanakan didominasi oleh produk alami.ERA NATURAL akan muncul dan yang bergerak dibidang inilah yang akan BERJAYA.

    Minyak atsiri secara utuh dipakai dalam Aromatheraphy karena kemampuannya dalam  mempengaruhi mind, body and soul.  Minyak atsiri memiliki multi manfaat, sebagai antimikroba, antiradang,  antiseptik, sekaligussebagai penenang atau relaksasitubuh danpikiran. Minyak atsiri tersebut diformulasikan dalam bentuk wewangian/parfum, perisa, produk farmasi, kosmetikdan perawatan tubuh.

    Produsen yang fokus di bidang ini antara lain Young Living dan Dottera (USA), serta  Mt Sappola(Singapura). Ketiganya tumbuh pesat secara mengesankan dengan pasar yang luas.  

    Sumber daya hayati Indonesia memiliki keragaman yang luar biasa sebagai SUMBER MINYAK ATSIRI indigenous yang eksotik. Ditambah warisan kearifan lokal dalam pemanfaatan berbagai jenis herbal berkhasiat, menghasilkan peluang yang besar dan potensial untuk dikembangkan.

    Apakah peluang ini akan dibiarkan begitu saja?

    Sementara pesaing pada pasar bebas ASEAN (MEA)sudah bersiap memasuki pasar Indonesia yang menggiurkan.Jadi...

    ·         Apakah kita siapmengolah potensi ini?

    ·         Bagaimana bisnis aromatherapy dan trendnyadi era informasi?

    ·         Bagaimana cara meramu minyak atsiri menghasilkan aroma yang disukai? Produk apa yang menarik? Minyak angin aromatheraphy, antiseptik, sanitizer, desinfektan?

    Yuk Ikuti  :

    Workshop Aplikasi Minyak Atsiri pada Produk Aromatherapy dan HealthCare

    dalam KONFERENSI NASIONAL MINYAK ATSIRI INDONESIA(KNMA) 2015

    pada hari Rabu, 25 November 2015di Hotel Swiss Belinn, Panakukkang Makassar

    MATERI :

    ·         Dwi Setyaningsih (IPB) : Pengenalan Minyak Atsiri dan Prospek UsahaProduk Aromatheraphy

    ·         Fauzan Arief (Healthcare Aromatherapy) : MeramuWewangian dan Formulasi Produk

    ·         Agus Kardinan (BALITTRO) : Aplikasi Minyak Atsiri pada Produk Healthcare

     

    BIAYA REGISTRASI :  Rp. 1000.000(termasuk hotel 1 malam), Rp.800.000(tanpa hotel)

    Biaya sudah termasuk bahan praktek, makansiang, 2x coffebreak, polo shirt, goodybagdan sertifikat

    BONUS :Fieldtrip ke Distillery Minyak CengkehdanPantai Tanjung Bira bagi Semua Peserta Workshop

    INFORMASI DAN PENDAFTARAN :

    ·         Sekretariat DAI: 021-7827452, email : dai@atsiri-indonesia.org, website : atsiri-indonesia.org

    Read More...

  • KONFERENSI NASIONAL MINYAK ATSIRI 2015

    Minyak atsiri merupakan komoditas pertanian selain sawit yang turut menyumbang devisa non migas untuk kas negara. Selain itu, bisnis minyak atsiri juga bersinergi dengan pemberdayaan dan pengembangan masyarakat disetiap lini dan sentra produksinya, mulai dari petani hingga pengepul. Sehingga, bisnis atsiri telah berkontribusi dalam menggerakan ekonomi masyarakat.
    Indonesia saat ini merupakan “Rumah” bagi lebih dari 40 jenis minyak atsiri, 10 diaantaranya adalah minyak atsiri eksotik dan khas, seperti kayu putih, cendana, agarwood, dan sereh wangi. Selain itu, lebih dari 20 jenis minyak atsiri telah diekspor ke mancanegara. Semua minyak atsiri tersebut sangat bernilai ekonomi tinggi.

    Memasuki era pasar bebas 2015, Indonesia sebagai produsen utama minyak atsiri Asia Tenggara diharapkan dapat berdaya saing tinggi dan lebih kompetitif serta unggul dalam pasar ASEAN. Saat ini, Indonesia telah mengekspor lebih dari 20 jenis minyak atsiri dan masih terdapat peluang untuk pengembangan minyak atsiri baru lainnya. Hal ini tentunya didukung oleh ketersediaan lahan di Indonesia yang cukup memadai. Selain itu, terdapat lahan-lahan marginal yang sangat prospektif untuk pengembangan tanaman atsiri seperti sereh wangi. Semua ini dapat menjadi peluang dan tantangan bagi seluruh stakeholder atsiri di Indonesia dalam persaingan MEA 2015 nanti. Berkaitan dengan hal diatas, Dewan Atsiri Indonesia (DAI) sebagai payung dari semua organisasi atsiri di Indonesia bermaksud membahas dan mendiskusikan hal tersebut dalam forum dua tahunan yaitu Konferensi Nasional Minyak Atsiri (KNMA).

    Konferensi Nasional Minyak Atsiri (KNMA) merupakan suatu perhelatan atsiri dua tahunan yang diadakan oleh Dewan Atsiri Indonesia (DAI) untuk memudahkan para stakeholder atsiri bertemu pada satu waktu di satu tempat, sehingga dapat berbagi informasi terkini mengenai atsiri dan memungkinkan adanya jalinan bisnis yang lebih luas. Tema yang diangkat kali ini adalah “Peningkatan Daya Saing Industri Minyak Atsiri yang Berkelanjutan dalam Menghadapi Pasar Bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”. Tema tersebut digagas dengan harapan dapat mampu menjawab tantangan dalam menghadapi pasar bebas 2015.

    Hari/Tanggal : Selasa-Kamis/24-26 November 2015
    Tempat           : Swiss-belinn Hotel Makassar

                                Jl. Boulevard Raya No. 55, PanakkukangMakassar Sulawesi Selatan

    Susunan Acara (terlampir)

    Pendaftaran dan Biaya
    Unduh formulir pendaftaran dibawah publikasi ini, dan setelah dilengkapi kirim ke email dai@atsiri-indonesia.org dengan subject "Pendaftaran KNMA2015" atau faks ke 021 7827452 dengan melampirkan bukti transfer pendaftaran.

    Biaya pendaftaran

    PAKET KONFERENSI H-1 & H-2

    Penginapan 2 malam* (23 & 24 November 2015) 
    a. Anggota DAI : Rp. 1.750.000
    b. Non Anggota DAI : Rp. 2.750.000
    c. Peserta Pemakalah : RP. 1.250.000
    Tanpa Penginapan
    a. Anggota DAI : Rp 1.350.000  
    b. Non Anggota DAIRp. 2.350.000
    c. Peserta Pemakalah : Rp 850.000

    PAKET WORKSHOP & FIELDTRIP H-3** 

    Tema : Aplikasi Minyak Atsiri (Kunjungan ke tempat budidaya dan Industri Penyulingan Cengkeh di Bulukumba, serta Industri Aplikasi Minyak Atsiri)
    a. Penginapan 1 malam* : Rp. 1.000.000 (25 November 2015)
    b. Tanpa Penginapan : Rp 800.000

    Keterangan : Penginapan sudah termasuk 2x coffee break dan 1x lunch serta 1x makan malam.
    *Harga penginapan di atas adalah untuk kamar sharing room. Kamar single room dikenakan biaya tambahan Rp. 400.000 per malam.  **Paket Workshop dan Fieldtrip sama untuk kategori peserta Anggota, Non Anggota DAI, dan Pemakalah.

    Info lengkap hubungi

    TIM Sekertariat DAI

    Kantor Pusat Kementerian Pertanian
    Jl. Harsono RM No.3 Gedung C Lantai V Ruang 512
    Telp/faks: 021 7827452 atau Email DAI : dai@atsiri-indonesia.org
    Contact Person :
    Amina (081281071294 (sms/tlp) & 0813810359541 (WA))
    Lupita (085780416319)
    Deasy (081297919996)

    TIM Panitia DAI Malang (Universitas Brawijaya Malang)

    Dr. Elvina Dhiaul Iftitah, S.Si., M.Si. (081328876526)

    TIM Panitia DAI Makassar (Universitas Hasanuddin Makassar)

    Prof. Dr. Nunuk Hariani Soekamto, MS (081355116115) 

     

    PENDAFTARAN DIPERPANJANG HINGGA TANGAL 23 NOVEMBER 2015,

    YUK BURUAN DAFTARkan DIRI ANDA.

     

    FORM PENDAFTARAN

    RUNDOWN ACARA

    TECHNICAL PAPER

    Mau jadi Donatur? UNDUH PROPOSAL

    Read More...

  • Pengumuman untuk Technical Paper KNMA 2013

    Panitia penyelenggara Konferensi Nasional Minyak Atsiri 2013 mengundang para ahli, peneliti, dan praktisi untuk menyampaikan technical papers dengan topik yang dipresentasikan terbagi atas:

    1. Budidaya Tanaman Atsiri
    2. Teknologi Proses dan Aplikasi Produk Minyak Atsiri dan Turunannya
    3. Sosial Ekonomi dan Kelembagaan Agribisnis Minyak Atsiri
     

    Biaya dan Pendaftaran

     Pemakalah dikenakan biaya registrasi berikut:
    1. Dengan menginapRp. 1.000.000 (twin sharing 2 malam)
    2. Tanpa menginap   :   Rp. 500.000
    Kedua paket tersebut tidak termasuk biaya fieldtrip
    Pendaftaran dengan mengirimkan formulir yang dapat didownload di bagian bawah publikasi ini disertai dengan lampiran extended abstract.
     

    Panduan Penulisan dan Pengiriman Extended Abstract

    a. Mencantumkan judul makalah, nama penulis, afiliasi, alamat institusi dan alamat email
    b. Materi ditulis 1-3 halaman, 1 spasi, font times new roman
    c. Extended Abstract dikirim melalui email ke: dai@atsiri-indonesia.org atau nuriyah.s.hazerah@atsiri-indonesia.org
          dengan subject Submit Extended Abstract KNMA 2013 disertai dengan  formulir pendaftaran
    d. Abstrak paling lambat diterima tanggal 26 Oktober 2013
    e. Informasi Extended Abstract diterima untuk presentasi oral atau poster disampaikan melalui email atau website www.atsiri-indonesia.org sebelum tanggal 01 Nopember 2013
     

    Panduan Penulisan Makalah Lengkap

    Bagi peserta yang extended abstract diterima untuk presentasi oral, makalah lengkap diserahkan paling lambat saat registrasi dengan ketentuan sebagai berikut:
    1.  Dalam bentuk soft copy (word) diketik 1,5 spasi dengan font times new roman dan maksimal 10 halaman.
    2.  Dapat dikirim melalui email ke nuriyah.s.hazerah@atsiri-indonesia.org dengan subject Makalah Lengkap KNMA 2013
         atas nama….(nama lengkap penulis)
     

    Panduan Penulisan Poster

    Bagi peserta yang tulisannya diterima untuk presentasi dalam bentuk poster, diserahkan paling lambat saat registrasi. Ketentuan pembuatan poster adalah:
    1. Setiap poster mencantumkan judul, penulis, afiliasi dan materi
    2. Ukuran poster A1 (60 x 85 cm) font 20 atau lebih

    Contact Person:
    Nuri (0858 13540 599)

    UNDUH FORMULIR PENDAFTARAN SUBMIT EXTENDED ABSTRACT

    Read More...

  • Jadwal Kegiatan DAI Tahun 2013

    1.   02-03 Pebruari 2013:         Training SBMA: SerehwangiBandung

    2.   Maret 2013  :                         Pelatihan Aplikasi Minyak Atsiri pada Produk
                                                           Aromateraphy dan Parfum – Jakarta

    3.   13-14 April 2013:                 Training SBMA: PalaBogor

    4.   08-09 Juni 2013:                 Training SBMA Cengkeh – Yogyakarta

    5.   Juli 2013:                              Pelatihan Design dan Rekayasa Instalasi Alat 
                                                          Penyulingan Atsiri - Jakarta

    6.   September 2013:                IFEAT- San Fransisco

    7.   14-15 Sept 2013:                Training SBMA Gaharu - Bogor

    8.   06-08 Nopember 2013:       Padang - Sumatera Barat

    o    Konferensi Minyak Atsiri Indonesia
    o    Musyawarah Nasional Pengurus DAI
    o    Workshop SBMA-Pasar Atsiri
    o    Fieldtrip

    9.   Desember 2013:                    Training SBMA NilamMakassar

    Info lengkap hubungi Sekretariat DAI di (021 70702182) atau email di dai@atsiri-indonesia.org

    Read More...

  • Himbauan - Penting!

    Yth.  Anggota Dewan Atsiri Indonesia
    dan Seluruh Pemangku Kepentingan Industri Atsiri di Indonesia.



    Sekretariat Dewan Atsiri Indonesia (DAI) telah mendapat laporan baik secara tertulis maupun lisan mengenai adanya praktek pencampuran minyak pala dengan minyak nabati belum lama ini. Demi untuk menjaga reputasi industri minyak atsiri Indonesia, dengan ini kami menghimbau seluruh pengusaha minyak atsiri baik petani, penyuling, pedagang dan eksportir bahwa:

    1.  Agar benar-benar menyadari dan menjadikan atsiri sebagai suatu aset dan atau kekayaan bangsa yang perlu dikelola dengan profesional, integritas yang tinggi serta bijaksana demi menjaga nama baik bangsa.
       
    2. Agar selalu melaksanakan praktek bisnis yang mengedepankan semangat kejujuran dan kesinambungan secara bertanggung jawab.
       
    3. Kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan akibat praktek pemalsuan/pencampuran minyak atsiri, agar memprosesnya melalui jalur hukum dan sesuai peraturan perundangan

    .Demikian himbauan ini kami sampaikan agar bisa dilaksanakan bersama-sama dalam koridor komitmen untuk memajukan industri atsiri Indonesia.


    Terima kasih atas kerjasamanya yang baik.

     

    Ketua Umum,

    Dr. Meika S. Rusli

     

    Surat himbauan resmi

    Read More...

  • Desa Atsiri: 80% Kepala Keluarga Terlibat dalam Usaha Pertanian Atsiri

    Desa Balai Batu Sandaran, Kec. Barangin, Kota Sawahlunto memiliki luas wilayah 1.300 hektar yang terdiri dari 3 dusun dengan jumlah penduduk sekitar 1.700 jiwa. Dengan pengembangan usaha atsiri, desa ini memiliki visi pembangunan "Dengan Potensi Pertanian Atsiri Jadikan Kita yang Terdepan".

    Saat ini Desa Balai Batu Sandaran memiliki luasan lahan serai wangi 81 hektar dan nilam 24 hektar yang hasil panennya diolah pada 3 unit alat suling kelompok dan 2 unit alat suling perorangan skala rumah tangga. Dengan keterlibatan 80% kepala keluarga di desa ini dalam usaha pertanian serai wangi dan nilam, rasanya sudah pantas jika desa Balai Batu Sandaran disebut sebagai DESA ATSIRI.

    ...Selengkapnya Sambutan Kepala Desa Balai Batu Sandaran dalam acara Temu Lapang Seminar Nasional Atsiri pada bulan Juli 2012

    Read More...

  • Semester 1 Tahun 2012 Harga Minyak Nilam Melemah

    Business News 07-09-2012

    Sekretaris Eksekutif DAI:

    Selama semester pertama tahun 2012 harga minyak nilam melemah. Tahun yang lalu harga minyak nilam berada pada kisaran Rp. 450.000/kg, kemudian pada tahun ini turun sampai Rp. 250.000/kg. Selain faktor melemahnya ekonomi dunia, yang menyebabkan melemahnya harga minyak nilam, juga faktor  pasokan yang melimpah terutama ................

    Download berita lengkap ini

    Read More...

  • Asian Aroma Ingredients Congress and Expo 2012

    AAIC2012– Asian Aroma Ingredients Congress & Expo 2012 (www.aaic2012.com) adalah konferensi internasional di bidang industri perisa & pewangi (Flavor & Fragrance) berskala besar. Setelah kurang lebih 18 tahun yang lalu konferensi skala besar terakhir dilaksanakan di Indonesia, yaitu yang diselenggarakan oleh IFEAT (The International Federation of Essential Oils & Aroma Trades) di Jakarta.

    AAIC terdiri dari konsorsium negara-negara industri atsiri di Asia, yang utamanya beranggotakan India, China, Sri Lanka dan tentu saja Indonesia. AAIC dilaksanakan setiap 2 (dua) tahun sekali yang dilaksanakan secara bergiliran di negara-negara Asia.
     
    Indonesia telah ditunjuk untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan AAIC yang kedua yaitu AAIC2012 tanggal 13-15 Mei 2012 di hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Bali. Kegiatan AAIC2012 inimerupakan kelanjutan AAIC2010 atau AAIC yang pertama dilaksanakan yaitu tanggal 7-9 Mei 2010 di New Delhi, India (dengan total peserta 550 orang). Pada tahun 2014, dengan telah mendapatkan konfirmasi dari CHINAEASA (China Essential Oils, Aroma and Spices Trade Association), AAIC yang ketiga akan dilaksanakan di Kunming, China.
     
    Pertimbangan pelaksanaan kegiatan di Bali dengan antara lain: (1). Bali merupakan tempat pariwisata yang sudah dikenal luas di mancanegara, sehingga menjadi daya tarik untuk peserta luar negeri dapat berpartisipasi pada kegiatan AAIC2012; (2).Bali memiliki jalur penerbangan internasional langsung; (3) Bali telah dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan berbagai konferensi internasional. Terbukti dengan jumlah peserta yang hadir sebanyak 312 orang dengan Bali sebagai salah satu daya tarik untuk bisa menghadiri kegiatan AAIC 2012. Adapaun komposisi peserta yang hadir yaitu 62% berasal dari Indonesia yang merupakan perwakilan dari  berbagai Instansi pemerintah dan swasta, 17%peserta berasalIndia, 10% Cina, dan 11% lainnya berasal dari Negara Sri Langka, Singapura,Filipina, USA, Spanyol, Perancis, Jepang, Hongkong, Inggris, Swiss, dan Belanda.
     
    AAIC2012 diselenggarakan oleh DAIDewan Atsiri Indonesia (www.atsiri-indonesia.org) didukung oleh EOAI (the Essential Oil Association of India), FAFAI (Fragrance & Flavour Association of India), SCSL (the Spice Council of Sri Lanka), CHINAEASA (China Essential Oils, Aroma and Spices Trade Association) dengan masing-masing jaringan anggotanya.Pelaksanaan kegiatan inididukung oleh beberapa Kementerian antara lain : Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian (Direktorat JenderalPengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian serta Ditjen Perkebunan), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, selain itu juga bekerjasama dengan seluruh pelaku industri atsiri di Indonesia.
     
    AAIC2012 merupakan kelanjutan konferensi industri atsiri skala internasional yaitu ISEO (International Seminar on Essential Oils) tahun 2007 di Jakarta dan tahun 2009 di Bogor, yang ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya dengan bergabungnya Indonesia (DAI) ke dalam konsorsium AAIC. Hal ini merupakan komitmen dan bukti bahwa DAI, dengan didukung seluruh pelaku industrinya, bersungguh-sungguh ingin memajukan industri atsiri di Indonesia yaitu dengan mendorong seluruh pelakunya untuk bisa terus berkembang serta pada saat yang sama, melahirkan pelaku-pelaku industri yang baru.
     
    Dukungan yang telah diberikan dengan kontribusi aktif menjadi sponsor pada rangkaian kegiatan di dalam acara konferensi ini, merupakan bagian dukungan untuk langkah DAI mencapai visi: “Indonesia sebagai pusat keunggulan atsiri dunia”.

    Read More...

  • Training dan Workshop Eksklusif Sukses Berbisnis Minyak Atsiri II

    Puji Syukur sesuai dengan agenda kegiatan yang telah dijadwalkan, Training dan Workshop Sukses Berbisnis Minyak Atsiri II telah sukses dilaksanakan pada tanggal 23-24 April 2011 lalu. Kegiatan ini adalah yang kedua kalinya diselenggarakan Dewan Atsiri Indonesia menyikapi masih besarnya animo masyarakat yang ingin memperoleh ilmu, informasi dan keterampilan dalam berbisnis minyak atsiri di Indonesia.

     
    Bertempat di Gedung Pelatihan Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi (Bogor) untuk sesi materi workshop,  diawali dengan pembukaan oleh Ibu Dr. Dwi Setyaningsih selaku pengurus DAI di Departemen SDM dan Litbang yang juga memberikan arahan mengenai kunci untuk bisnis yang sustainable adalah pembagian keuntungan yang fare. Mengenal minyak atsiri dan tanaman pengahasilnya disampaikan oleh Dr. Molide Rizal (Pemimpin Program Penelitian Aromatik di Balittro juga Wakil Ketua Bidang SDM dan Litbang DAI). Untuk pengetahuan dan keterampilan mengenai proses produksi dan analisa mutu minyak atsiri disampaikan oleh Dr. Meika Syahbana Rusli (Praktisi, Staf pengajar IPB, Ketua Umum DAI) dan Ma'mun, S.Si (Manajer Laboratorium Analisa Mutu di Balittro). Sementara materi mengenai pasar minyak atsiri Indonesia disampaikan oleh Ir. Arianto Mulyadi, MBA yang merupakan Sekjen DAI dan menjabat sebagai Manajer Marketing di PT Indesso Aroma.
     
    Kegiatan kali ini diikuti oleh 12 orang peserta dari berbagai daerah seperti Aceh, Lamongan (JaTim), Bogor, Jakarta, Sanggau (KalBar), Samarinda (KalTim) dan SulTra.  Secara keseluruhan kegiatan ini berjalan sesuai dengan harapan DAI agar pelatihan berjalan efektif terutama dalam hal penyampaian informasi kepada para peserta. Dalam kegiatan ini peserta memiliki kesempatan yang cukup optimal untuk mengeksplorasi keingintahuan mengenai minyak atsiri, terutama pada sesi praktek yang berlokasi di Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Bogor).
     
    Dewan Atsiri Indonesia (DAI) mengharapkan informasi yang diperoleh peserta dapat bermanfaat dan dapat segera mengaplikasikan segala pengetahuan yang telah diterimanya untuk menjadi seorang pebisnis atsiri yang sukses. Amin...
     
    Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Balittro atas kerjasamanya yang sangat baik dalam kegiatan ini, kepada para pembicara dan trainer, pengurus DAI, panitia dan semua pihak yang terlibat dan membantu terselenggaranya kegiatan training sehingga lancar dan sukses. Kami selaku panitia pun memohon maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan training ini. Semoga kerjasama yang terjalin dapat menjadi pilar untuk suksesnya peratsirian Indonesia. Amin
     
     
     
    Salam Atsiri;
     
    Sekretariat DAI

    Read More...

  • Training dan Workshop Sukses Berbisnis Minyak Atsiri

    Puji Syukur Alhamdulillah pada tanggal 26-27 Februari 2011 lalu, bertempat di Aula Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik (Balittro), kegiatan Training dan Workshop "Sukses Berbisnis Minyak Atsiri" telah berlangsung dengan lancar dan sukses. Training ini merupakan kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh Dewan Atsiri Indonesia (DAI) bekerjasama dengan Balittro (Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik), yang dilaksanakan dengan tujuan untuk memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada masyarakat yang hendak terjun ke bisnis atsiri memperoleh ilmu, informasi dan keterampilan dalam berbisnis minyak atsiri di Indonesia.

    Informasi mengenai pasar minyak atsiri Indonesia saat ini, telah disampaikan oleh Bpk. Ir. Arianto Mulyadi yang merupakan Manajer Pemasaran PT. Indesso Aroma. Informasi ini disampaikan pada sesi kedua setelah pengenalan minyak atasiri dan tanaman penghasilnya oleh Dr. Molide Rizal sekaligus brainstorming (sharing pengalaman) dari beberapa pelaku usaha yang juga terlibat dalam kepengurusan Dewan Atsiri Indonesia, yaitu Bpk. Ir. Ramzi Salim dan Bpk. Ari Widjaja. Semnetara untuk pengetahuan dan keterampilan mengenai proses produksi dan analisa mutu minyak atsiri disampaikan oleh Dr. Meika Syahbana Rusli (Praktisi, Staf pengajar IPB, Ketua Umum DAI) dan Bpk Ma'mun (Manajer Laboratorium Analisa Mutu di Balittro).

    Peserta kegiatan training dan workshop ini sungguh di luar dugaan, diikuti oleh 30 orang peserta dari berbagai daerah dari Sabang hingga hampir ke Merauke, seperti Lhokseumawe (Aceh), Lampung, Jakarta, Bogor, Bandung, Madiun, Banjarbaru (Kalsel), Banjar (Kalsel), Probolinggo, Banyuwangi, Surabaya, Bali, Palu, Makasar, dan Kolaka Utara.

    Berdasarkan hasil evaluasi, secara keseluruhan peserta merasa puas setelah mengikuti kegiatan training ini. Dewan Atsiri Indonesia (DAI) juga mengharapkan peserta dapat memperoleh informasi yang bermanfaat untuk peserta, dan dapat segera mengaplikasikan segala pengetahuan yang telah diterimanya saat ini, dan menjadi seorang pebisnis atsiri yang sukses. Amin...

    Namun demikian, kami selaku panitia meminta maaf apabila ada kekurangan dan kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan training tersebut. Kami juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pembicara dan trainer, pengurus DAI, panitia dan semua pihak yang terlibat dan membantu terselenggaranya kegiatan training ini sehingga lancar dan sukses.

     

    Salam Atsiri;

    Sekretariat DAI

    Read More...

  • Rekrutmen Anggota DAI

    DAI membuka rekruitmen anggota bagi siapa saja yang tertarik pada minyak atsiri

    Adapun Prosedur Pendaftaran Keanggotaan adalah sebagai berikut :

    1. Mendaftar online di website ini (lihat halaman Daftar Anggota DAI)
    2. Mengisi formulir pendaftaran menjadi anggota dengan melampirkan fotokopi KTP, dan melampirkan fotokopi SIUP atau Domisili Perusahaan / Instansi;
    3. Membayar iuran awal organisasi;
    4. Mengisi surat persetujuan dan kesanggupan mematuhi Anggaran Dasar, Anggaran Rumah Tangga, Program Organiasi serta semua Peraturan Organisasi;
    5. Menunggu proses verifikasi oleh Dewan Pengurus.
    6. Keputusan diterima atau tidaknya menjadi anggota oleh Dewan Pengurus diberitahukan selambat–selambatnya tiga puluh hari kerja sejak tanggal permohonan diterima. Keputusan ditolak jika terdapat alasan-alasan yang kuat secara organisatoris.
    7. Calon anggota yang diterima menjadi anggota akan mendapatkan Surat / Kartu Tanda Anggota yang akan diberikan selambat–lambatnya tiga puluh hari kerja setelah tanggal dinyatakan diterima.
    8. Bentuk formulir pendaftaran dan tanda anggota ditentukan oleh Dewan Pengurus DAI.
    9. Berdasarkan pertimbangan tertentu, Dewan Pengurus boleh menerima uang iuran keanggotaan.

    Biaya Pendaftaran :

    • Perusahaan            : Rp. 1.000.000 , dengan mendapatkan :
                                           - 1 buah Prosiding, 1 buah buku Minyak Atsiri Indonesia dan DVD Profile Atsiri Indonesia
                                           - Fasilitas beriklan di halaman depan web DAI
    • Institusi / Koperasi / Kelompok Tani / UKM : Rp. 600.000, dengan mendapat :
                                          - 1 buah Prosiding, 1 buah buku Minyak Atsiri Indonesia dan DVD Profile Atsiri Indonesia
       
    • Perseorangan: Rp. 500.000, dengan mendapat:
                                          - 1 buah Prosiding, 1 buah buku Minyak Atsiri Indonesia

    Iuran Per Tahun :

    1. Perusahaan                                                                : Rp. 1.000.000
    2. Institusi Pemerintah, Kelompok Tani dan UKM  : Rp. 500.000
    3. Perseorangan                                                            : Rp. 300.000

    Manfaat utk anggota :

    • Fasilitas Login di Web DAI (www.atsiri-indonesia)
    • Harga khusus/diskon untuk mengikuti seminar, konferensi, workshop, training, dan lain-lain yang diselenggarakan oleh DAI secara mandiri atau bekerjasama dengan instansi terkait.
    • Newsletter perkembangan atsiri.
    • Untuk perusahaan/industri/asosiasi, logo perusahaan akan ditampilkan pada setiap publikasi DAI baik dalam lingkup nasional maupun internasional (leaflet DAI dan buku terbitan DAI)

    Info lebih lanjut dapat hubungi :
    Sekretariat DAI
    Kantor Pusat Kementerian Pertanian
    Gedung C Lantai 5 Ruang 5.12
    Jl. Harsono R.M. No.3 Ragunan-Jakarta Selatan
    email : dai@atsiri-indonesia.org, Telp:021 70702182

    Read More...

  • Peraturan Login di Web DAI

    Terhitung tanggal 1 Januari 2011, fasilitas login pada web DAI hanya untuk anggota DAI yang telah register secara administratif melalui sekretariat DAI.

    Informasi persyaratan dan manfaat keanggotaan DAI dapat dilihat pada berita Rekrutmen Anggota DAI.

     

    Sekretariat  DAI

    Read More...

  • PRESS RELEASE - DEWAN ATSIRI INDONESIA - Hindari Perdagangan Spekulatif Minyak Atsiri

              Gangguan pasokan bahan baku sedang terjadi dalam Industri Minyak Atsiri. Harga sebagian besar minyak atsiri melonjak tinggi terutama pada semester dua tahun 2010. Kombinasi antara faktor anomali cuaca seperti hujan yang terus menerus, letusan gunung api dan kompetisi komoditas pertanian lainnya telah mengakibatkan petani dan penyuling mengalami kesulitan beroperasi secara berkesinambungan. Mayoritas petani menempatkan  tanaman atsiri sebagai komoditas kedua setelah tanaman utamaUsaha tanaman atsiri hanya merupakan sumber penghasilan tambahan. Petani di Indonesia cenderung menanam komoditaspangan atau komoditas perkebunan lainnya dan sebagian bahkan mulai meninggalkan tanaman atsiri. Sebagai contoh, banyak kebun nilam yang berubah menjadi kebun jagung atau kebun sawit/kakao akhir-akhir ini.

                Industri pengguna minyak atsiri, terutama industri perisa dan pewangi(flavor & fragrance), menuntut pasokan yang berkesinambungan, selain tentunya kualitas yang sesuai standar dan harga yang pantas. Kesinambungan pasokan menjadi pertimbangan utama dalam memilih bahan baku. Permintaan akan minyak atsiri Indonesia sesungguhnya tumbuh namun justru menghadapi pasokan yang cenderung menurun.

                Sistem rantai pasok tradisional dengan banyak pedagang perantara pada kenyataannya sering kali dijadikan ajang perdagangan spekulatif. Persediaan minyak atsiri, terutama minyak nilam, biasanya banyak berada di tangan spekulan pada saat harga berfluktuasi tajam. Dampak buruk dari harga yang berfluktuasi serta pasokan yang tersendat adalah pengurangan dosis pemakaian oleh industri pengguna akhir. Pada saat pasokan tersendat, harga membumbung tinggi, petani tanaman atsiri biasanya tergerak untuk menanam dan dalam beberapa bulan situasinya akan berbalik menjadi pasokan berlebih, sehingga harga turun. Kondisi harga yang rendah biasanya akan bertahan lebih lama daripada kondisi harga tinggi. Pada akhirnya situasi seperti ini merugikan industri minyak atsiri secara keseluruhan, terutama merugikan petani dan penyuling.

                Meskipun situasi ini tidak melulu terjadi pada minyak atsiri Indonesia, DAI  mendorong seluruh pelaku usaha pada industri minyak atsiri Indonesia untuk melaksanakan sistem bisnis (usaha) yang berkelanjutan (sustainable business practice). Untuk itu DAI telah memulai beberapa program yang melibatkan berbagai lembaga, pemakai akhir, eksportir, penyuling dan petani minyak atsiri Indonesia. Proyek percontohan dengan skema usaha yang mengutamakan transparansi dan perdagangan berkeadilan telah dicoba agar pasokanyangberkesinambungan dapat tercipta. Program kemitraan usaha yang dikenal dengan CULTIVA ini dapat menyatukan seluruh sumber daya yang dimiliki tiap-tiap pelaku usaha untuk mencapai tujuan yang sama. Fokus program ini ada pada kesinambungan produksi (pasokan),kepastian pasar dan harga serta jaminan kualitas minyak atsiri bagi petani, penyuling, koperasi, eksportir dan industri pengguna.

           Tanpa mengabaikan faktor-faktor lainnya, situasi berkurangnya pasokan minyak nilam saat ini terutama diakibatkan oleh kesulitan petani untuk melakukan panen dan mengeringkan hasilnya dalam kondisi cuaca yang terus menerus hujan pada bulan-bulan terakhir ini. Disamping itu, pengangkutan hasil panen ke lokasi-lokasi penyulingan otomatis menjadi sulit dan mahal dalam musim hujan sekarang ini. Areal tanaman nilam di sentra-sentra produksi yang saat ini dilaporkan oleh Dinas Perkebunan tiap-tiap daerah menunjukkan bahwa sesungguhnya potensi panen nilam masih cukup memadai meskipun belum mampu mengimbangi permintaan secara keseluruhan. Data luas areal tanaman nilam di seluruh Indonesia yang siap panen dalam beberapa bulan ke depan tercatat mencapai lebih dari 3000 hektar. Langkah yang diperlukan untuk memperbaiki pasokan bahan baku adalah aksi nyata membantu petani mendapatkan solusi dalam masalah pengeringan dan transportasi hasil panen tersebut. Di samping itu, terdapat pula minyak nilam simpanan yang sewaktu-waktu akan dilepas pemiliknya apabila harga jual di atas harga perolehan yang cukup tinggi pada awal 2008 (yang karena harga turun tajam pada semester dua 2008, masih disimpan sampai saat ini).

              Terkait dengan berbagai pemberitaan di media masa baik lokal maupun nasional, cetak maupun on-line, DAI tidak dapat mengkonfirmasi bahwa akan terjadi kenaikan harga  minyak  nilam  yang  ekstrim  pada  tahun  2011. DAI berpendapat harga minyak nilam yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi tidak menguntungkan bagi petani dan penyuling. Dalam  menghadapi situasi tersebut di atas, DAI menyarankan agar petani tanaman nilam lebih memperkuat kerja sama dan kemitraan dengan penyulingyang telah lama membinahubungan yang baik. DAI juga mendorong kepada semua pembeli/industri pengguna minyak atsiri (terutama industri perisa dan pewangi) untuk tidak berhubungan dengan para spekulan namun lebih memperkuat kemitraan dengan perusahaan yang selama ini telah menjadi pemasok utama.

                DAI mengajak semua pihak untuk senantiasa memelihara semangat mencapai cita-cita bersama, yaitu industri minyak atsiri Indonesia yang berkembang, melalui kerja sama dengan rasa saling percaya yang tinggi antar seluruh pemangku kepetingan.Transparansi dan komitmen merupakan nilai-nilai yang dijunjung agar tercipta iklim usaha yang saling menguntungkan dan berkeadilan.

    8 Desember 2010

    TTD

    Meika S. Rusli                                                     Arianto Mulyadi

     

    Ketua                                                                  Sekretaris Eksekutif

    Read More...

  • ESSENCES AND ESSENTIAL OILS; CURCUMA HEYNEANA

    Metabolit sekunder seperti minyak atsiri belum banyak diteliti lewat kultur kalus. Keberhasilan penelitian tentang pembentukan minyak atsiri masih rendah karena pada umumnya pembentukan minyak atsiri sejalan dengan diferensiasi sel, jaringan atau organ. Minyak atsiri pada temu giring (Curcuma heyneana Val. & Van Zijp) terdapat dalam sel yang berwarna kuning dikelilingi sel-sel parenkima. Bentuk sel minyak atsiri mirip dengan sel parenkima. Perkembangan sel minyak atsiri dalam kalus temu giring mungkin dapat diikuti lewat kultur kalus. Penelitian tentang perkembangan sel minyak atsiri dalam kalus temu giring dapat digunakan sebagai dasar untuk penelitian serupa pada tanaman lain. Jika penelitian ini berhasil dapat memberikan prospek untuk produksi minyak atsiri melalui kultur kalus.

    Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif observasional dalam 2 tahap. Tahap 1 merupakan penelitian eksploratorik dan tahap 2 penelitian skala penuh. Tahap eksploratorik dilakukan untuk seleksi eksplan, medium induksi, dan pertumbuhan kalus. Penelitian dengan skala penuh dilakukan untuk mengetahui pengaruh kadar sukrosa dan asam giberelat terhadap perkembangan sel minyak atsiri pada temu giring. Untuk identifikasi sel minyak atsiri digunakan reagen sudan III dalam alkohol yang akan berwarna merah pada minyak atsiri. Pengamatan memakai mikroskop cahaya (Labophot 2) dan mikroskop fluoresen dengan filter biru BV-2A dan hijau G2A. Selanjutnya mengetahui pertumbuhan kalus dilakukan penimbangan berat basah kalus.

    Dari penelitian eksploratorik ditemukan bahwa untuk menghasilkan kalus harus menggunakan eksplan kalus. Eksplan yang barasal dari planlet selalu menghasilkan kalus dan planlet. Medium untuk induksi kalus dan medium pemeliharaan kalus sama yaitu medium A. Pertambahan berat kalus pada medium B dan C tidak menunjukkan perbedaan. yang nyata secara statistik. Medium A merupakan medium terpilih karena dapat menghasilkan minyak atsiri paling cepat dibandingkan media B dan C.

    Penelitian skala penuh yang menggunakan kadar sukrosa 20 g/l (Medium D), 30 g/l (Medium A), dan 40 g/l (Medium E) menunjukkan bahwa pertambahan berat basah kalus tidak nyata secara statistik. Pembentukan butir amilum terjadi pada minggu ke-2 untuk medium A dan E. Pada medium D sampai 6 minggu tidak terbentuk butir amilum dalam kalus. Pada minggu ke-3 mulai terbentuk minyak atsiri dalam kalus yang tumbuh pada medium A dan E. Komposisi klaus ternyata tidak homogen parenkimatik tetapi terdiri dari sel parenkima, sel yang mengandung butir amilum, sel minyak atsiri dan sel yang mengandung butir amilum dan minyak atsiri. Selain itu tampak juga ada sel trakea dan sel serabut. Penambahan asam giberelat 5mg/l pada medium A memacu pertumbuhan embrio somatik dan perkembangan elemen trakea.

    Kesimpulan dalam penelitian ini masa kalus yang secara morfologis homogen dan tidak terorganisir ternyata sangat heterogen dan tampak merupakan sistem terorganisir yang homeostatis. Masih perlu dicermati perkembangan sel minyak atsiri dalam kalus temu giring dengan mengubah komposisi zat pengatur tumbuh dalam medium.

    Oleh: MURWANI, ENDANG KARTINI ARIATI
    Airlangga University Library, Surabaya
    Website : http://adln.lib.unair.ac.id

    Read More...

  • Bahan Alam, Ujung Tombak Riset Kimia di Indonesia

    Tak salah rasanya Badan Pengurus Pusat (BPP) Ikatan Himpunan Mahasiswa Kimia Indonesia menunjuk kota Yogyakarta dengan panitia pelaksana adalah dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Islam Indonesia (UII) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai tempat pelaksanaan Kimia Expo dan Musyawarah Tahunan Ikahimki. Rangkaian kegiatan yang meliputi Seminar Nasional Kimia, Musyawarah Tahunan, Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional (LKTI-TN) dan Workshop Kewirausahaan ini sangat menarik untuk saya ikuti terutama pada Seminar Nasional Kimia, LKTI dan Workshop Kewirausahaan yang hampir semuanya dapat saya simpulkan sebagai kegiatan yang berbasis kajian pemanfaatan bahan alam.

    Kembali saya teringat pada ucapan Prof. Dr. Syamsul Arifin Achmad, BSc (Hons I) (Dewan Pelindung Ikahimki) pada suatu seminar kimia bahan alam yang diadakan di Universitas Airlangga pada September 2004, beliau mengatakan bahwa kebijakan riset dan teknologi di Amerika Serikat (AS) diarahkan pada aspek komunikasi dan informasi, Jepang pada manufacture sedangkan di Indonesia terletak pada keanekaragaman hayati dengan modal dasarnya adalah dari pengakuan dunia bahwa negara Indonesia merupakan negara terbesar kedua setelah Brasil dalam hal keanekaragaman hayati terutama jenis tumbuh-tumbuhan.

    Pendapat Prof. Syamsul diatas mungkin memang tak salah, sebab Indonesia menurut Jeffrey (1992) merupakan salah satu negara yang kaya akan jenis tumbuhan yang diperkirakan mencapai sekitar 25.000 jenis atau lebih dari 10 % dari jenis flora dunia. Ditambah dengan jumlah jenis lumut dan gangang yang berjumlah ± 35.000 jenis dimana 40 % diantaranya merupakan jenis yang endemik atau hanya terdapat di Indonesia saja. Dengan tingginya kekayaan alam yang dimiliki Indonesia itu yang dilihat dari keanekaragaman tumbuhan yang ada, memungkinkan untuk ditemukannya beraneka jenis senyawa kimia, walaupun beberapa senyawa kimia itu telah banyak ditemukan tetapi berdasarkan sejarah penemuan dan pengembangan telah membuktikan bahwa peluang untuk terjadinya temuan-temuan baru adalah sangat besar. "Sebab semakin tinggi tingkat evolusi dari suatu tanaman, maka keanekaragaman molekul dari tumbuhan tersebut juga beragam" ujar Prof. Syamsul pada suatu waktu. Berdasarkan hal itu, sebagai negara yang termasuk negara mega biodiversity maka riset kimia bahan alam telah menjadi ujung tombak penelitian para ahli kimia Indonesia.

    Kimia Bahan Alam
    Sebenarnya pengertian dari senyawa bahan alam sendiri adalah hasil metabolisme suatu organisme hidup (tumbuhan, hewan, sel) berupa metabolit primer dan sekunder. Sedangkan pengertian dari kimia bahan alam merupakan salah satu cabang ilmu kimia yang membahas tentang senyawa-senyawa kimia yang terdapat dalam bahan alam baik dari tanaman atau hewan. Sebenarnya senyawa kimia yang biasa kita jumpai seperti karbohidrat, lipid, vitamin dan asam nukleat termasuk dalam bahan alam, namun ahli kimia memberikan arti yang lebih sempit tentang istilah bahan alam yakni senyawa kimia yang berkaitan dengan metabolit sekunder saja seperti alkaloid, terpenoid, golongan fenol, feromon dan sebagainya.

    Senyawa-senyawa metabolit sekunder itu, meskipun tidak sangat penting bagi eksistensi suatu individu, tetapi sering berperan bagi kelangsungan hidup suatu spesies dalam perjuangan menghadapi spesies-spesies lain. Sebagai contoh pada tumbuhan, senyawa metabolit sekunder biasa digunakan sebagai senjata penangkal serangan hama dan penyakit. Sedangkan pada hewan, senyawa metabolit sekunder seperti feromon digunakan sebagai zat penarik sex. Sejauh ini telah diketahui bahwa tumbuhan memproduksi senyawa metabolit sekunder lebih banyak dibandingkan hewan. Beberapa topik yang menarik dalam kimia bahan alam menurut Dr. rer.nat. Sri Mulyani, MSi (Staf Pengajar PS. Pendidikan Kimia UNS) pada Seminar Nasional Kimia di UNY adalah :

    1. Isolasi, penentuan struktur, sintesis dan biosintesis senyawa organik bahan alam.
    2. Sifat dan fungsi biologis senyawa alam meliputi aspek farmakologi dan biokimia.
    3. Minyak atsiri dan rempah-rempah.
    4. Pengembangan metode analisis dan aplikasinya pada bahan alam.
    5. Bioteknologi termasuk kultur jaringan atau sel dalam produksi senyawa alam, rekayasa DNA, serta teknologi tumbuhan obat dan rempah.
    6. Pengunaan bahan alam dalam media pembelajaran.

    Peranan Senyawa Bahan Alam
    Peranan senyawa bahan alam bagi manusia tidak terlepas dari tinjauan sejarah kajian riset kimia bahan alam itu sendiri, yang telah sejak lama dilakukan oleh manusia. Karl Wilhelm Schele (1742-1786) merupakan ahli kimia pertama yang berhasil melakukan pemisahan (isolasi) senyawa kimia dari bahan alam seperti gliserol, asam-asam oksalat, laktat, tartarat dan sitrat. Selanjutnya diikuti Frederich W. Serturner (1783-1841) yang memisahkan morfina dari opium dan Pelletier serta caventon yang berhasil memisahkan strihina, brusina, kuinin, sinkonina, dan kafein lima belas tahun kemudian. Untuk pemisahan beribu-ribu senyawa kimia yang lain dari bahan alam segera menyusul dan terus berjalan sampai sekarang.

    Senyawa-senyawa metabolit sekunder yang telah berhasil diisolasi, oleh manusia selanjutnya didayagunakan sebagai bahan obat seperti morfin sebagai obat nyeri, kuinin sebagai obat malaria, reserpin sebagai obat penyakit tekanan darah tinggi dan vinkristin serta vinblastin sebagai obat kanker. Selain sebagai bahan obat, senyawa metabolit sekunder juga didayagunakan oleh manusia untuk menunjang kepentingan industri seperti industri kosmetik dan industri pembuatan pestisida dan insektisida. Untuk di Indonesia, pemanfaatan senyawa bahan alam yang ditemukan para peneliti Indonesia sebagai bahan baku obat antara lain Itebein sebagai anti tumor, Artoindonesianin sebagai anti malaria, Diptoindonesin, Indonesiol serta banyak lagi. Sedangkan potensi lain yang sedang dikembangkan peneliti Indonesia untuk menunjang kepentingan industri adalah potensi bahan alam sebagai penghasil minyak atsiri. Menurut Prof. Hardjono Sastrohamidjojo (Guru Besar UGM) dalam Workshop Kewirausahaan di Auditorium FMIPA UGM pada 27 September 2005, beliau mengatakan bahwa Indonesia merupakan penghasil dan pengekspor minyak atsiri yang besar di dunia. Kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam bahan alam (daun, batang, akar, biji) untuk minyak atsiri dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok pertama; minyak atsiri yang komponen-komponennya mudah dipisahkan yang kemudian menjadi bahan awal sintesis (minyak sereh, minyak daun cengkeh, minyak permen, dan minyak terpentin) dan kelompok kedua; minyak atsiri yang komponen-komponennya tidak mudah dipisah (minyak akar wangi, minyak nilam, minyak cendana, minyak kenanga), dimana minyak atsiri ini dapat langsung digunakan. Komponen senyawa kimia utama dari kedua kelompok tersebut sebagian dapat dilihat pada tabel berikut :

     

    No Tumbuhan/pohon Bagian tanaman Minyak atsiri Komponen Utama
    1. Pohon Cengkeh Bunga/daun Minyak Cengkeh Eugenol
    2. Tanaman Sereh Daun Minyak Sereh Sitronelal, sitronelol, geraniol
    3. Pohon Pinus Kulit/batang/getah Minyak Terpentin Terpentin α-pinen
    4. Tanaman nilam Daun Minyak Nilam Patchouli alkohol
    5. Pohon Kenanga Bunga Minyak Kenanga Ester
    6. Tanaman Adas Biji Minyak Adas Anetol, estragol, fenson

    Sumber : Hardjono Sastrohamodjojo, 2005


    Peluang Penelitian Bahan Alam
    Senyawa metabolit sekunder merupakan sumber bahan kimia yang tidak akan pernah habis, sebagai sumber inovasi dalam penemuan dan pengembangan obat-obat baru ataupun untuk menujang berbagai kepentingan industri. Hal ini terkait dengan keberadaannya di alam yang tidak terbatas jumlahnya. Sejalan dengan hal itu dan diikuti oleh keberadaan organisme yang juga tidak terbatas jumlahnya, maka topik penelitian bahan alam juga tidak akan pernah habis. Ini didukung pula oleh fakta bahwa di muka bumi ini terdapat lebih kurang 250.000 jenis tumbuhan tingkat tinggi, akan tetapi tidak lebih dari 0,4 % dari jumlah tumbuhan tersebut telah diselidiki oleh peneliti untuk berbagai kepentingan. Sebagian besar dari penelitian itupun masih sangat dangkal sifatnya atau belum menyeluruh, lagi pula terbatas pada tumbuhan yang terdapat di daerah beriklim sedang. Dari 250.000 jenis tumbuhan tingkat tinggi seperti dikemukan di atas 54 % diantaranya terdapat di hutan-hutan tropika dan Indonesia dengan hutan tropikanya yang mengandung lebih dari 30.000 jenis tumbuhan tingkat tinggi sangat berpotensial untuk diteliti dan dikembangkan oleh para peneliti Indonesia.

    Penelitian bahan alam biasanya dimulai dari ekstraksi, isolasi dengan metode kromatografi sehingga diperoleh senyawa murni, identifikasi unsur dari senyawa murni yang diperoleh dengan metode spektroskopi, dilanjutkan dengan uji aktivitas biologi baik dari senyawa murni ataupun ekstrak kasar. Setelah diketahui struktur molekulnya biasanya dilanjutkan dengan modifikasi struktur untuk mendapatkan senyawa dengan aktivitas dan kestabilan yang diinginkan. Disamping itu dengan kemajuan bidang bioteknologi, dapat juga dilakukan peningkatan kualitas tumbuhan atau organisme melalui kultur jaringan atau pembentukan menjadi tumbuhan transgenik yang tentunya juga akan menghasilkan berbagai jenis senyawa metabolit sekunder baru yang beraneka ragam dan mungkin juga dengan struktur molekul yang berbeda dengan yang ditemukan dari tumbuhan awalnya. Dengan demikian peluang penelitian dalam bidang bahan alam adalah juga tidak terbatas.

    Pengembangan potensi bahan alam untuk di kembangkan di Indonesia didukung juga oleh kebijakan dan program riset dan teknologi (ristek) dari pemerintah dimana Kementrian Riset dan Teknologi telah menetapkan 6 (enam) Bidang Prioritas Riset dan Teknologi Nasional untuk tahun 2004-2009 yakni di bidang ketahanan pangan, ketersediaan energi, sistem transportasi nasional, teknologi informasi dan komunikasi, pertahanan dan keamanan dan pembangunan kesehatan. Bidang-bidang prioritas itu oleh lembaga pelaksana teknis diterjemahkan menjadi rencana strategis.
    Beberapa lembaganya antara lain LIPI, BATAN dan BPPT.

    LIPI melalui pusat penelitian kimia terapan mengembangkan antara lain; penelitian kimia, bahan alam, jasa penelitian di bidang kimia bahan alam dan farmasi dengan memanfaatkan sumber daya alam dalam rangka pemenuhan kebutuhan farmasi dan kosmetika, penelitian fitofarmaka untuk indikasi anti kanker, isolasi senyawa aktif dari tanaman obat. BATAN mengembangkan pemanfaatan teknologi nuklir untuk penelitian dan pengembangan obat sedangan BPPT dengan program risetnya yang bertema Pengembangan Teknologi Produksi Obat dan Pangan Fungsional dari Sumber Daya Hayati. Disini peran perguruan tinggi sebagai "Centre of Excellence" juga sangat diperlukan. Diharapkan Perguruan Tinggi mampu mengembangkan prilaku ilmiah yang meliputi Scholarship of Discovery, Scholarship of Teaching, Scholarship of Application, Scholarship of Integration dan Scholarship of Engagement untuk menunjang pengembangan pemanfaatan bahan alam Indonesia.

    Menilik pada peluang dan kesempatan yang terbuka luas bagi para peneliti Indonesia untuk mengkaji pemanfaatan bahan alam sebagaimana telah diuraikan diatas, maka secara tidak langsung telah membuka pintu bagi bangsa Indonesia untuk terangkat harkat dan martabatnya ke tingkat yang lebih tinggi. Sebab apabila dari setiap 100?1000 jenis tumbuhan dapat ditemukan satu saja senyawa kimia untuk obat maka keuntungan dari penjualan obat akan berkisar antara 10-30 juta dolar US per tahun, untuk masa 15 tahun lamanya, belum lagi apabila senyawa kimia tersebut didayagunakan untuk kepentingan industri yang lainnya. Dengan kata lain, Indonesia adalah gudang bagi bahan-bahan kimia yang belum ditemukan dan tidak ternilai harganya baik untuk masa kini maupun masa depan. Hal ini ditunjang pula bahwa senyawa kimia yang dihasilkan oleh suatu jenis tumbuhan sangat berbeda dari yang dihasilkan oleh jenis yang lain, yang juga berbeda bergantung pada lokasi di mana ia tumbuh dan berbeda pula antara tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi dan tumbuh-tumbuhan tingkat rendah seperti jamur, lumut dan mikroorganisme yang tumbuh di darat maupun di laut.

    Jadi sekali lagi dapat diungkapkan disini bahwa keanekaragaman hayati Indonesia merupakan harta karun yang tak ternilai besarnya bagi bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikan dan dimanfaatkan secara arif dan bijaksana agar tidak mengalami kepunahan. Disini riset kimia bahan alam menjadi ujung tombak para peneliti Indonesia untuk mengeksplorasi potensi sumber daya alam untuk kemaslahatan kehidupan bangsa dan negara.


    Daftar Pustaka

    Achmad, Syamsul Arifin. 2002. Pelestarian dan Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Peradaban Umat Manusia. Kumpulan Artikel pada Buku Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta

    Achmad, Syamsul Arifin. 2004. Bahan Alam untuk Mendukung Pengembangan Bioindustri. Makalah pada Seminar Nasional Kimia Bahan Alam Unair dan Ikahimki pada 4 September 2004. Surabaya

    Atun, Sri. 2005. Pengembangan Potensi Bahan alam sebagai Sumber Penemuan Obat Baru. Makalah pada Seminar Nasional Kimia UNY dan Ikahimki pada 24 September 2005. Yogyakarta

    Effendi. 2005. Profile PT. Indesso Aroma. Makalah pada Workshop Kewirausahaan UGM dan Ikahimki pada 27 September 2005. Yogyakarta

    Mulyani, Sri. 2005. Optimalisasi Pengunaan Bahan Alam dalam Media Pembelajaran. Makalah pada Seminar Nasional Kimia UNY dan Ikahimki pada 24 September 2005. Yogyakarta

    Rosid. 2005. Parfume-Parfume. Makalah pada Workshop Kewirausahaan UGM dan Ikahimki pada 27 September 2005. Yogyakarta

    Sastrohamidjojo, Hardjono. 2005. Potensi Minyak Atsiri Indonesia. Makalah pada Workshop Kewirausahaan UGM dan Ikahimki pada 27 September 2005. Yogyakarta

    Wijayanti, Listyani dan Sumaryono, Wahono. 2005. Kebijakan Riset dan Teknologi dalam Pengembangan Potensi Bahan Alam Indonesia. Makalah pada Seminar Nasional Kimia UNY dan Ikahimki pada 24 September 2005. Yogyakarta

     

    Oleh Sinly Evan Putra
    Asisten II Sekretaris Jenderal Ikatan Himpunan Mahasiswa Kimia Indonesia
    Website : http://www.chem-is-try.org/?sect=fokus&ext=19

    Read More...

  • INTERNATIONAL SEMINAR ON ESSENTIAL OIL 2007

    "Creating Value in Indonesian Essential Oil Business"

    Background
    International Seminar on Essential Oil (ISEO) 2007 is a platform provided by Ministry of Industry of Republic Indonesia, Bogor Agricultural University and Indonesian Essential Oil Council for latest development, innovations and challenges of the essential oil industry. The speakers came various circle, i.e government, researcher, industry associations, manufacturing and marketing bodies. The seminar provides approaching from research outcomes to hands-on experience.


    Indonesian biodiversity is a rich source of various essential oils. Many kinds of essential oils are export commodity which is potential to develop. Indonesia has about 40 different kinds of essential oils traded in international market. Unfortunately, only 20 items are exported into global market. It is known that Indonesian biodiversity provide an opportunity to develop some new essential oil which has unique characteristics to substitute present products.


    Sustainability of some native tropical forest essential oils is an additional focus to be discussed in this seminar due to its dependence of essential oil production to the natural resources. Patchouli is taken as a special case to be discussed in detail from growing to marketing and products development.

    The Indonesian essential oils have to be the world leaders in production, value generation and market. The increasing essential oil demand in global market is a good opportunity for growers and distillers. However, they should be developed their product to meet specifications in quality. For this reason, updating market opportunities, maintaining product quality and utilizing the most up to date technologies is a must.

    This seminar will be addressed on (i) Indonesian potency on creating the new product of essential oil; (ii) serve overview of new technologies applied on essential oils products; and (iii) new regulation and safety evaluation of some important essential oils substances. We invited all participants for paper/poster presenter. Alternatively, the sponsors are also invited to exhibit products and/or services.

    Objectives

    •· To address recent issue on market trend

    •· To expose Indonesian essential oil to global market

    •· To bring recent innovative technology to the essential oil business

    •· To address scarcity and sustainability problems of natural tropical essential oil with special case on patchouli



    Keynote Speech

    1. Empowering Growers and Distillers to Increase Competitiveness of Indonesian Essential Oil (Minister of Agriculture of RI)

    2. Value Creating in Indonesian Essential Oil to Strenghthen Share / Position in Global Market (Minister of Industry of RI)



    Topic for Plenary Session

    •· Progress in Indonesian essential oil industry

    •· Biodiversity of Indonesian aromatic plant and its potential products

    •· Market trend in essential oil, flavor & fragrance

    •· Opportunities and challenges in essential oil global business

    •· Recent technology in essential oil processing

    •· Product development and application



    Topic for Technical Paper/Poster

    Papers or posters are invited for presentation at the seminar. Topic of this session including :



    (1) Agriculture : propagation technique, prospect of transgenic aromatic plant, weed, pest & disease control, and low external input sustainable agriculture and special topic on patchouli.



    (2) Development of process technology : extraction and purification technologies, analytical technique & equipment, downstream processing, sensory analysis & chemometric method.



    (3) Application of essential oil products : application in cosmetics, personal care & household products, aromatherapy, medical & functional application, and flavor of food & beverages.



    (4) Market and business of essential oil and its derivatives : trend on essential oils in European & USA market, opportunity to increase local product share in domestic flavor & fragrance market, and regulation in essential oil trading.



    Exhibition

    A trade exhibition will be held throughout the Seminar to provide opportunities for delegates to view and discuss current technology, state-of-the art equipment and products related to the essential oil, flavor and fragrance industry as well as to provide networking opportunities for buyers and sellers.



    Dates

    Submission of papers & posters abstract : September 21th, 2007

    Notification of acceptance : October 3rd, 2007

    Submission of full papers : October 8th, 2007

    Last day for registration : October 29th, 2007



    Registration & Fee

    Registration fee for foreign participant is US$ 300, while for local participant is IDR 1.500.000,-. Registration in performed at the Secretariat which located at :

    Department of Technology Agroindustrial, Faculty of Agricultural Technology,

    Bogor Agricultural University

    Phone/ Fax. : (+62 251) 624582, Email : ISEO.2007@yahoo.com

    CP : Dwi (+62 8158314669), Yuslina (+62 81808580628)

    Detail of information available in http://web.ipb.ac.id/~essential_oil.

     

    Read More...

Konferensi Nasional Minyak Atsiri 2017 di Malang (Jawa Timur) Indonesia

Salam Wangi....!

Konferensi Nasional Minyak Atsiri 2017 ini merupakan kegiatan tahunan Dewan Atsiri Indonesia.  bekerjasama dengan Institut Atsiri Universitas Brawijaya Malang sebagai pusat pengembangan IPTEK atsiri yang merupakan lembaga andalan UB.

Kegiatan Konferensi Nasional Minyak Atsiri (KNMA) ke VII dengan tema “Pengembangan Produk - Produk Atsiri Tersertifikasi Menuju Green Environment untuk Menghadapi pasar Global” akan diselenggarakan di Atria Hotel & Conference, October, 11-12, 2017, Malang – Indonesia.

Informasi selanjutnya, silahkan masuk di website KNMA 2017:  http://knma2017.org/